Family Dance

Kalau diterjemahkan lurus-lurus, artinya jadi Keluarga Menari :-D Tapi apa benar itu artinya? Let’s find out!

Coba perhatikan situasi pada percakapan anak kecil (2 thn) dan ibunya di sebuah pesawat berikut ini:
Ibu : “adik, iPadnya ditutup dulu ya”
Anak: “Nggak mau!” (pegangin iPad)
Ibu : “tapi ini sdh mau terbang”
Anak: “Hwaa!” (menjerit)
Ibu : “Nanti dimarahin pramugarinya lho” (narik iPad)
Anak: “Nggaaaaak!” (anak njerit ngekep iPad)
Ibu : “Adik!” (nada marah)
Anak: (menangis sambil tetap ngekep iPad)
Ibu : “Mbak2, ini tolong dimarahi nih gak mau matiin iPadnya” (manggil pramugari)

Bisa dibayangkan, situasi seperti ini pasti mengundang perhatian seisi pesawat. Seluruh penumpang mulai melihat ke arah mereka berdua, mulai banyak suara “ssh!”, ibu makin panik, dan anak makin rewel. Nah, situasi seperti inilah yang disebut Family Dance!

Family Dance adalah istilah Dr.Rob MacKenzie utk menggambarkan power-struggle (rebutan kendali) antara orangtua dengan anak. Situasi ini terjadi karena orangtua tak mampu mengambil kendali atas perilaku anak.

Lalu, bagaimana supaya tidak terjebak dalam Family Dance? Seperti biasa, saya akan menyalin kultwit-nya :-D kali ini dari @AlissaWahid

Let’s cekidot ;-)
1.Prinsip membuat aturan: anak membutuhkan rules & regulations yg JELAS, TEGAS, & KONSISTEN diterapkan ortu
2.Contoh batas jelas: “Kl lampu sabuk sdh menyala, semua gajet dimatikan” “Jam 5 sore sudah selesai mandi”
3.Contoh rules yg tegas: “Kl jam 5 belum mandi, tdk nonton TV smp tidur” “Kl merengek di mall, kita pulang.”
4.Perhatikan, aturan yg tegas utk anak berisi konsekuensi yg terjadi kl aturan dilanggar. Ini yg srg terlupa.
5.Byk orangtua yg membuat aturan, tapi tanpa konsekuensi yang jelas, sejak awal. Ini bibit power-struggle.
6.Aturan yg konsekuen artinya orangtua disiplin utk menjalankan aturan itu. Tdk tergantung mood.Apalagi omdo.
7.Dalam #FamilyDance, tidak ada batas yg jelas, tegas, dan konsekuen dr orgtua. Anak jadi tak punya pegangan & akan coba2.

Contoh penerapan kultwit di atas:
8.Anak memukul. | “Stop. Kita kan sepakat tdk memukul”| Anak menangis| “Stop menangis,atau kita ke mobil skr”
9.Anak masih menangis. | “Oke kita ke mobil skr sampai kakak tenang.” | Anak menjerit | Angkat anak ke mobil.

Ini catatan tambahan tentang bagaimana prinsip aturan ini bisa dijalankan:
10. Rules & Regulations yg btumpu pd anak bisa efektif dilakukan di usia >3th. Sebelum itu murni aksi-konsekuensi.
11.Contoh: anak usia < 3th memukul, lgs hentikan. Lihat matanya, pegang tangannya, dg nada rendah; “berhenti memukul”
12.Lalu segera alihkan perhatiannya dg hal lain, atau singkirkan dari ‘crime-scene‘ sbg distraksi. Hindari menceramahi.

Dan berikut tips supaya sistim Rules & Regulations ini berhasil dijalankan:
13.Yg terjadi dlm #FamilyDance, orgtua menegur, menceramahi, mengomel, menyuruh, memarahi, tanpa kejelasan aturan utk anak.
14.Padahal prinsip pengasuhan anak: Actions Speak Louder Than Words, krn anak berpikir dr pengalaman kongkrit.
15.Untuk ambil alih kendali saat anak sedang berulah dan hindari #FamilyDance, kuncinya: Clear Words + Effective Actions.
16.Perilaku anak akan berubah kalau ada tindakan yg mengubah situasi. Memarahi, menceramahi tidak mengubahnya.
17.Saat anak berulah, banyak kata seperti membujuk & ‘meminta baik2′ justru tdk efektif.Maka perlu aturan awal.
18.Oya, ortu perlu tunjukkan sikap tenang & matang saat anak berulah. Nada rendah, cool,tdk panik/terpengaruh.
19.Problemnya tidak pernah anak, tetapi orang dewasa yg ada di sekitar anak itu. Ingat2 paradigma ini.
20.Kalau orgtua pegang kendali & kepemimpinan saat anak berulah, maka #FamilyDance bisa dihindarkan, atau dipendekkan.

Yap, itu dia cara-caranya. Semoga bisa membantu ya. Mengurus anak jaman sekarang kan tidak gampang. Walaupun saya belum punya anak, tapi bisa bayangin kok gimana ruwetnya :-P Jangan sampai anak-anak anda salah asuhan ya,hehe..

Anak2 yg terlatih ikuti aturan yg jelas, tegas, & konsekuen; akan tumbuh mjd org yg mampu kendalikan diri. – @AlissaWahid

Nyѐkѐr di Bandara

Nggak elit kan ya? Masa’ di bandara nyѐkѐr (telanjang kaki) sih…bandara internasional lagi! Tapi ini benar-benar saya alami loh. Waktu masuk ke bandara Budapest kemarin saya terpaksa harus melepas sandal setelah melewati pemeriksaan custom (kalo nggak salah itu namanya :-D ). Pokoknya yang kita harus melewatkan barang bawaan di roda berjalan itu loh..untuk di-scan dan kemudian kita lewat semacam pintu yg berbunyi kalau kita membawa/memakai benda logam.

Sepengetahuan saya sih, benda-benda yang saya pakai tidak mengandung logam. Saya tidak pakai ikat pinggang, tidak pakai sepatu boot ber-gesper, alas kaki saya juga sol-nya bukan logam. Tapi entah kenapa waktu lewat pintu itu, alarmnya tetap bunyi. Alhasil saya disuruh minggir.

Saya kemudian diperiksa dari ujung rambut sampai ujung kaki pakai alat yang berbunyi itu (lagi-lagi saya nggak tau namanya,hehe..) dan ketika sampai di ujung kaki alat itu berbunyi lagi. Jelaslah bahwa penyebab bunyi-bunyian itu adalah sandal yang saya pakai. Akhirnya sandal saya diambil dan dimasukkan ke alat scan. Sayapun berjalan tanpa alas kaki dan berjingkat-jingkat sampai ujung pemeriksaan sambil nunggu sandal saya “lewat” di ban berjalan. Malunyaaaa… x_x

Lagi nungguin sandal lewat :-P

Anak Sekarang vs Orang Dulu

Anak sekarang enak ya..baru masuk aja gajinya sudah 1 juta lebih.Jaman kita dulu pertama kali masuk, gaji cuma 20 ribu“. Pernah dengar yang seperti ini? Kalau saya sih sering. Apalagi saya adalah “anak sekarang” yang bekerja di unit yang banyak “orang dulu”-nya. Dan cara berbicara mereka kebanyakan (menurut saya) mengandung nyinyir dan seolah-olah dunia tidak adil kepada mereka,hahaha..
Merasa terpojok? Yah..sedikit sih.. :-p

Padahal kalau dipikir-pikir, apa iya sih, anak sekarang lebih enak daripada orang dulu? Coba kita telaah satu persatu ya… ;-)
1. Mereka bilang, gaji anak sekarang lebih besar.
Saya bilang, nggak juga.

20 ribu jaman sekarang memang sedikit sekali, mungkin setara uang saku anak SMA. Tapi tahun 1960-an uang segitu bisa jadi sama dengan uang 1 juta sekarang kan? Jangan melihat satuan di belakangnya deh..juta! Kayaknya banyak gitu ya..Tapi lihat depannya, cuma 1! Apa bisa buat foya-foya sebulan? Bisa nutup tagihan ini itu aja sudah sujud syukur deh..

2. Mereka bilang, anak sekarang belum diangkat pegawai tetap sudah dapat tunjangan dan fasilitas macam-macam.
Saya bilang, itu sudah layak dan sepantasnya.

Bukannya saya jual mahal dan tidak menghargai orang dulu sih..tapi bukankah sudah seharusnya achievement berbanding lurus dengan reward? Saya anggap fasilitas dll itu adalah reward dan kemampuan personal adalah achievement. Jaman sekarang kan lebih sulit untuk jadi pegawai daripada jaman dulu. Orang dulu hanya lulusan SD saja sudah bisa jadi pegawai. Kalau ada yang S1 bisa langsung jadi bos. Bisa komputer & bhs. Inggris pasti sudah dianggap hebat. Sekarang? Lulusan S1 bisa-bisa cuma bisa jadi pegawai rendahan, yang disuruh sana-sini, seperti saya :-D Nggak disuruh buatin kopi untuk Si Bos aja sudah bagus tuh.. (Untung saya nggak pernah,hehe..)

3. Mereka bilang, anak sekarang dimanja kalau dinas luar boleh naik pesawat, orang dulu kalau bukan bos nggak boleh naik pesawat.
Saya bilang, hari gini gitu loh, tiket pesawat murah kalee..
(agak esmosi dikit nih!)
Jaman dulu kan tiket pesawat masih di atas 1 juta, ya jelas cuma bos-bos aja yang boleh naik pesawat. Nah sekarang kan sudah banyak penerbangan murah. Malang-Jakarta 400 ribu juga dapet. Bahkan kalau promo bisa separuhnya tuh. Saya pernah tanya ke bagian keuangan, bahwa yang dipersoalkan bukan transportasinya, tapi anggarannya. Jadi kalau semisal anggaran 400 ribu itu normalnya harus lewat jalan darat, tapi kalau ada tiket pesawat di bawah harga itu ya silakan saja. Jadi jangan keburu keki dulu kalau ada anak sekarang yang dibolehin naik pesawat! :-D

Jadi bagaimana? masih sirik sama anak sekarang?hehe..

Saya rasa uraian saya cukup logis bukan? Jadi, kalau ada orang yang mendapat lebih dari kita, jangan keburu sirik dulu..siapa tau mereka memang harus melakukan lebih dari yang kita lakukan. Lagipula jaman dulu dan jaman sekarang jelas-jelas berbeda. Kalau almarhum bapak saya bilang, “klemben,klemben… roti roti; biyen yo biyen, saiki yo saiki:-P

Liburan dengan Anak

Akhir bulan Juni adalah saat-saat yang biasanya disukai oleh anak-anak. Mengapa? Ya karena…. (backsound lagu “Libur Tlah Tiba” by Tasya) Ya, Liburan! Anak-anak, terutama yang sudah sekolah, pasti menantikan saat-saat liburan ini karena mereka berharap bisa bepergian ke suatu tempat atau melakukan hal-hal menyenangkan bersama orang tua mereka. Sesuatu yang tidak mungkin bisa mereka lakukan di luar liburan sekolah.

Nah, di liburan kali ini , apa yang sudah dipersiapkan para ortu untuk anak-anaknya nih? Jangan-jangan para ortu malah terlalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga tidak sempat liburan dengan anak-anak. Atau jangan-jangan liburan kali ini malah diisi dengan les-les gara-gara nilai rapor si anak semester ini menurun? Wah, kasihan anaknya dong..

Setiap ortu pasti menginginkan yg terbaik untuk anak-anaknya. Tapi apakah caranya itu membawa kebahagiaan untuk anaknya? Nah, bagi para ortu yang sudah punya rencana untuk “membahagiakan” anak-anak dalam liburannya kali ini, ada baiknya terlebih dahulu menyimak kultwit tentang “Membangun kedekatan dgn Anak saat liburan” yang saya copas langsung dari pemilik akun twitter @anakjugamanusia

-begin-
Ada yg menarik bila berbicara soal liburan dgn anak2, krn dlm liburan ada dua unsur yg paling kental dgn moment liburan. Yaitu tentang bersenang-senang atau refreshing, lalu yang kedua tentang kebahagiaan. Nah, namun problemnya tdk semua org tau bhw bersenang-senang & kebahagiaan adlh dua hal yang berbeda. “Maksudnya apa sih ya? Bknnya klo kita ber’senang2 kita jg akan bahagia?”, yuk mari kita pelajari lebih dlm lg.

Byk sekali org bila saat liburan dengan anak2 yg diutamakan adlh bersenang-senangnya saja, seperti misal: pergi ke tempat2 rekreasi keluarga, menonton bioskop, pergi keluar kota, berkunjung ke rmh saudara/eyangnya dsb. Memang hal2 tsb bisa menyenangkan bagi anak, namun bedanya bersenang-senang dgn kebahagian itu adalah :
“kesenangan itu adlh sesuatu yg kita cari, namun kebahagiaan itu adalah sesuatu yang berawal dari hati”
maksudnya apa sih ya? semakin membingungkan saja” hehe, sabar, mari kita urai satu persatu.

Pernah suatu kali kami ke waterboom, bisa dibayangkan bhw anak2 yg diajak kesini oleh ortunya pasti bahagia sekali. Di dlm ternyata malah kami melihat ada ortu yg marah krn anaknya ingin jalan2 sementara ortunya ingin segera msk kolam. Ada ortu yg meremehkan anaknya “gitu aja nggak bisa!, itu lho kayak adekmu berani, bsk lg nggak usah kesini lagi ah!” Ada jg ortu yg sdg meng’ungkit2 “Nilaimu kmrn jelek lho, hbs liburan selesai, mama carikan kamu guru les yang galak
Arrgghh, nggak perlu nunggu liburan selesai, bagi anak-anak itu liburan sudah selesai kalo begini caranya. Pemandangan itu begitu mengusik, memang anak2 itu ber’senang2, namun soal mrk bahagia&menikmati liburan?
Tidak heran bila ada ortu yg mengeluh betapa sulit mengajak anak remajanya utk pergi ber’sama2 dgn keluarga. Ya karena anak sudah tau pola orangtuanya, ah paling nanti papa marah2, ah paling nanti aku dibanding-bandingkan. Paling mau nasehati soal nilai2ku, ah biasanya papa mama malah berantem. Nah, klo itu yg selama ini tjd waspadalah.Klo anak sdh tdk dekat dgn kita, maka lingkungan akan mengambilnya & kita tdk tau apa yg lingkungan berikan pd anak2 kita.

Dear Parents, liburan adalah moment yang tepat untuk membangun kedekatan dengan anak2 karena saat anak2 jarang bertemu dgn kita pastilah ada banyak hal yg terjadi pd anak yang dibentuk oleh lingkungan dan barangkali jg menyebabkan terjadinya pergeseran nilai2 kehidupan, terutama pada anak2 remaja. Tugas kitalah untuk mengembalikan nilai2 kehidupan yang baik, dan liburan adalah moment yang tepat. Ada beberapa tips agar selama liburan anak2 bkn hanya jd dkt pd kita, namun jg bahagia saat dekat dgn kita:
(a) Berusahalah utk jd sahabat bagi anak2.
Sahabat yg baik lebih sedikit bicara & lebih banyak mendengar. Pancing anak utk byk bercerita tentang kesehariannya, teman2nya, tentang apapun yang ia alami. Jangan pernah memotong pembicaraan, jangan mengkritik, antusiaslah terhadap setiap topik. Berempatilah bila anak cerita hal yg membuatnya sedih, tahanlah diri utk menasehati, nanti ada saatnya yg tepat
(b) Sbg pasangan hrs saling mengingatkan.
Misal “ma nanti kalo papa mulai byk bicara, enggan mendengarkan anak2, nggak tahan utk langsung menasehati, segera mama ingatkan papa ya, dicubit juga boleh, hehe” begitu pula sebaliknya
(c) Biar anak tumpahkan semua isi hatinya, walau itu lama&melelahkan
klo anak sdh puas baru kita bisa memberi nasehat atau bahkan anak yg malah bertanya “menurut papa/mama gimana?” nah klo sdh begitu, mk anak siap menerima nasehat
(d) Saat memberi nasehat pun jgn frontal menyerang
Misal “makanya kamu jgn begitu!, tuh kan apa yang papa bilang dulu!” “makanya kalo dibilangin nurut!” dsb, klo itu yg kita lakukan berulang kali, dijamin anak akan malas curhat lg pd kita
(e) memberi nasehat hrs smart, gunakan pihak ke 3
Misal “mama bangga bhw kamu berusaha mengadapi masalah ini. dulu tantemu punya masalah yg hampir mirip, begini ceritanya bla bla bla, nah tantemu juga bilang ke mama; “eh kamu jgn sampai kayak aku ya, nanti kamu bisa begini/begitu,sejak saat itu mama selalu ingat kata2 tantemu itu. nah kalo untuk yang masalahmu menurutmu gimana ya sayang?”. Nah, indah bukan cara ini? seolah-olah tante’nya tadi menasehatkan sesuatu pd kita, pdhl kitalah yg sdg menasehatkan sesuatu pada anak.Biarkan anak yang memutuskan jawabannya, karena nasehat tadi sudah menancap di pikiran anak. Jgn diakhir kita berkata “mknya kmu jgn gitu, ntar kayak tantemu lho!” itu sama jg percuma, anak cenderung menutup diri lagi.

Dear Parents, tujuan liburan bkn hanya ber’senang2 semata, namun jg membangun kedekatan&kebahagiaan dgn anak agar kitalah yang pertama dicari oleh anak, saat mereka butuh menumpahkan rasa bimbang dihatinya.
-end-

Menarik sekali,bukan kultwitnya? ;-) Semoga cuplikan ini bermanfaat bagi para ortu untuk mengisi liburan dengan anak-anak. Selamat berlibur! :-)

Go Blog!

Baru pertama kali “mendalami” tentang Blog, karena ada Pelatihan Blogg Staff Universitas Brawijaya. Banyak orang bilang katanya nge-Blog itu gampang, tapi karena belum pernah mencoba sama sekali, belum tau juga gampang atau sulit.

Sekarang sudah tau gimana caranya bikin blog. Dan ternyata emang gampang. Yang sulit adalah menuliskan konten-nya. Apa yang mau kita tulis disitu? Nah, itu mendorong kita untuk jadi kreatif untuk bisa menuliskan hal-hal yang menarik.

Di awal-awal proses seperti ini pasti banyak ide muluk-muluk, pengen nulis ini-itu..tapi nanti pada realisasinya, kita liat aja, bisa atau sempat nggak-nya mewujudkan blog sesuai bayangan awal. We’ll see.. :-)
Go Blog!