Tag Archive for anak

Liburan dengan Anak

Akhir bulan Juni adalah saat-saat yang biasanya disukai oleh anak-anak. Mengapa? Ya karena…. (backsound lagu “Libur Tlah Tiba” by Tasya) Ya, Liburan! Anak-anak, terutama yang sudah sekolah, pasti menantikan saat-saat liburan ini karena mereka berharap bisa bepergian ke suatu tempat atau melakukan hal-hal menyenangkan bersama orang tua mereka. Sesuatu yang tidak mungkin bisa mereka lakukan di luar liburan sekolah.

Nah, di liburan kali ini , apa yang sudah dipersiapkan para ortu untuk anak-anaknya nih? Jangan-jangan para ortu malah terlalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing sehingga tidak sempat liburan dengan anak-anak. Atau jangan-jangan liburan kali ini malah diisi dengan les-les gara-gara nilai rapor si anak semester ini menurun? Wah, kasihan anaknya dong..

Setiap ortu pasti menginginkan yg terbaik untuk anak-anaknya. Tapi apakah caranya itu membawa kebahagiaan untuk anaknya? Nah, bagi para ortu yang sudah punya rencana untuk “membahagiakan” anak-anak dalam liburannya kali ini, ada baiknya terlebih dahulu menyimak kultwit tentang “Membangun kedekatan dgn Anak saat liburan” yang saya copas langsung dari pemilik akun twitter @anakjugamanusia

-begin-
Ada yg menarik bila berbicara soal liburan dgn anak2, krn dlm liburan ada dua unsur yg paling kental dgn moment liburan. Yaitu tentang bersenang-senang atau refreshing, lalu yang kedua tentang kebahagiaan. Nah, namun problemnya tdk semua org tau bhw bersenang-senang & kebahagiaan adlh dua hal yang berbeda. “Maksudnya apa sih ya? Bknnya klo kita ber’senang2 kita jg akan bahagia?”, yuk mari kita pelajari lebih dlm lg.

Byk sekali org bila saat liburan dengan anak2 yg diutamakan adlh bersenang-senangnya saja, seperti misal: pergi ke tempat2 rekreasi keluarga, menonton bioskop, pergi keluar kota, berkunjung ke rmh saudara/eyangnya dsb. Memang hal2 tsb bisa menyenangkan bagi anak, namun bedanya bersenang-senang dgn kebahagian itu adalah :
“kesenangan itu adlh sesuatu yg kita cari, namun kebahagiaan itu adalah sesuatu yang berawal dari hati”
maksudnya apa sih ya? semakin membingungkan saja” hehe, sabar, mari kita urai satu persatu.

Pernah suatu kali kami ke waterboom, bisa dibayangkan bhw anak2 yg diajak kesini oleh ortunya pasti bahagia sekali. Di dlm ternyata malah kami melihat ada ortu yg marah krn anaknya ingin jalan2 sementara ortunya ingin segera msk kolam. Ada ortu yg meremehkan anaknya “gitu aja nggak bisa!, itu lho kayak adekmu berani, bsk lg nggak usah kesini lagi ah!” Ada jg ortu yg sdg meng’ungkit2 “Nilaimu kmrn jelek lho, hbs liburan selesai, mama carikan kamu guru les yang galak
Arrgghh, nggak perlu nunggu liburan selesai, bagi anak-anak itu liburan sudah selesai kalo begini caranya. Pemandangan itu begitu mengusik, memang anak2 itu ber’senang2, namun soal mrk bahagia&menikmati liburan?
Tidak heran bila ada ortu yg mengeluh betapa sulit mengajak anak remajanya utk pergi ber’sama2 dgn keluarga. Ya karena anak sudah tau pola orangtuanya, ah paling nanti papa marah2, ah paling nanti aku dibanding-bandingkan. Paling mau nasehati soal nilai2ku, ah biasanya papa mama malah berantem. Nah, klo itu yg selama ini tjd waspadalah.Klo anak sdh tdk dekat dgn kita, maka lingkungan akan mengambilnya & kita tdk tau apa yg lingkungan berikan pd anak2 kita.

Dear Parents, liburan adalah moment yang tepat untuk membangun kedekatan dengan anak2 karena saat anak2 jarang bertemu dgn kita pastilah ada banyak hal yg terjadi pd anak yang dibentuk oleh lingkungan dan barangkali jg menyebabkan terjadinya pergeseran nilai2 kehidupan, terutama pada anak2 remaja. Tugas kitalah untuk mengembalikan nilai2 kehidupan yang baik, dan liburan adalah moment yang tepat. Ada beberapa tips agar selama liburan anak2 bkn hanya jd dkt pd kita, namun jg bahagia saat dekat dgn kita:
(a) Berusahalah utk jd sahabat bagi anak2.
Sahabat yg baik lebih sedikit bicara & lebih banyak mendengar. Pancing anak utk byk bercerita tentang kesehariannya, teman2nya, tentang apapun yang ia alami. Jangan pernah memotong pembicaraan, jangan mengkritik, antusiaslah terhadap setiap topik. Berempatilah bila anak cerita hal yg membuatnya sedih, tahanlah diri utk menasehati, nanti ada saatnya yg tepat
(b) Sbg pasangan hrs saling mengingatkan.
Misal “ma nanti kalo papa mulai byk bicara, enggan mendengarkan anak2, nggak tahan utk langsung menasehati, segera mama ingatkan papa ya, dicubit juga boleh, hehe” begitu pula sebaliknya
(c) Biar anak tumpahkan semua isi hatinya, walau itu lama&melelahkan
klo anak sdh puas baru kita bisa memberi nasehat atau bahkan anak yg malah bertanya “menurut papa/mama gimana?” nah klo sdh begitu, mk anak siap menerima nasehat
(d) Saat memberi nasehat pun jgn frontal menyerang
Misal “makanya kamu jgn begitu!, tuh kan apa yang papa bilang dulu!” “makanya kalo dibilangin nurut!” dsb, klo itu yg kita lakukan berulang kali, dijamin anak akan malas curhat lg pd kita
(e) memberi nasehat hrs smart, gunakan pihak ke 3
Misal “mama bangga bhw kamu berusaha mengadapi masalah ini. dulu tantemu punya masalah yg hampir mirip, begini ceritanya bla bla bla, nah tantemu juga bilang ke mama; “eh kamu jgn sampai kayak aku ya, nanti kamu bisa begini/begitu,sejak saat itu mama selalu ingat kata2 tantemu itu. nah kalo untuk yang masalahmu menurutmu gimana ya sayang?”. Nah, indah bukan cara ini? seolah-olah tante’nya tadi menasehatkan sesuatu pd kita, pdhl kitalah yg sdg menasehatkan sesuatu pada anak.Biarkan anak yang memutuskan jawabannya, karena nasehat tadi sudah menancap di pikiran anak. Jgn diakhir kita berkata “mknya kmu jgn gitu, ntar kayak tantemu lho!” itu sama jg percuma, anak cenderung menutup diri lagi.

Dear Parents, tujuan liburan bkn hanya ber’senang2 semata, namun jg membangun kedekatan&kebahagiaan dgn anak agar kitalah yang pertama dicari oleh anak, saat mereka butuh menumpahkan rasa bimbang dihatinya.
-end-

Menarik sekali,bukan kultwitnya? ;-) Semoga cuplikan ini bermanfaat bagi para ortu untuk mengisi liburan dengan anak-anak. Selamat berlibur! :-)